Perpus Muter Kampus Putaran 2 Etape 14 Hadir di FBS Unesa, Perkuat Literasi Penelitian dan Akses Sumber Akademik
SURABAYA — UPT
Perpustakaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menghadirkan Webinar
Perpus Muter Kampus Putaran 2 Etape 14 di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS)
Unesa. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara perpustakaan dan fakultas
untuk memperkuat budaya literasi, meningkatkan keterampilan penelusuran
informasi, sekaligus memperkenalkan berbagai sumber akademik yang dapat
dimanfaatkan sivitas akademika.
Webinar berlangsung lancar dan
dipandu Hening Ary Widhowati, S.Sos., dari UPT Perpustakaan Unesa selaku
MC. Kegiatan dibuka oleh Didik Nurhadi, M.Pd., M.A., Ph.D., Wakil Dekan
Bidang II FBS Unesa.
Agenda kemudian dilanjutkan
dengan pemaparan progress ruang baca FBS oleh Dr. Putri Retnosari,
S.S., M.Phil. Pemaparan tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan
fasilitas ruang baca sebagai bagian dari upaya menghadirkan lingkungan yang
semakin mendukung aktivitas belajar, membaca, dan penelitian di lingkungan FBS.
Membaca Data dengan Lebih
Kritis
Memasuki sesi literasi, Mohammad
Rokib, S.S., M.A., Ph.D. menyampaikan materi bertajuk “Penelusuran dan
Pengelolaan Data Penelitian.”
Materi menekankan bahwa
penelitian yang baik tidak berhenti pada kemampuan menemukan informasi. Lebih
dari itu, seorang peneliti perlu memastikan bahwa data yang digunakan memiliki
sumber yang jelas, relevan, dapat diverifikasi, serta terdokumentasi dengan
baik.
Untuk membantu proses tersebut,
peserta diperkenalkan pada alur pencatatan referensi yang sederhana namun
sistematis: Baca → Tanda → Rekam → Catat → Kode → Simpan → Hubungkan. Melalui
alur ini, setiap informasi yang digunakan dalam penelitian dapat ditelusuri
kembali ke sumber aslinya.
Pembahasan kemudian berlanjut
pada identifikasi data penelitian, yang mencakup data primer dan data
sekunder. Data primer diperoleh langsung dari sumber penelitian, sedangkan
data sekunder berasal dari sumber yang telah tersedia, seperti jurnal, buku,
tesis, dan prosiding.
Dalam penelusuran data primer,
peneliti perlu menentukan topik, kata kunci, periode, sumber, serta kriteria
data sejak awal. Langkah tersebut penting agar proses pencarian menjadi lebih
fokus dan menghasilkan data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.
AI Bukan Pengganti Verifikasi
Pemanfaatan kecerdasan
artifisial (AI) juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. AI dapat
membantu peneliti mempercepat proses pencarian, mengorganisasi informasi, dan
menemukan sumber yang relevan dari berbagai kanal digital.
Namun, kemudahan tersebut harus
diimbangi dengan sikap kritis. Setiap informasi yang diperoleh melalui AI
tetap harus diperiksa dan diverifikasi melalui sumber aslinya. Dengan
demikian, teknologi digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti
proses akademik dan tanggung jawab peneliti.
Untuk penelusuran data sekunder,
peserta diarahkan memanfaatkan berbagai sumber akademik terpercaya, antara lain
Garuda, SINTA, DOAJ, Google Scholar, OATD, dan WorldCat.
Pengelolaan data pun perlu
dilakukan secara sistematis. Data dianjurkan disimpan menggunakan struktur
folder dan ID unik, sementara data asli tidak boleh diubah. Proses cleaning,
anotasi, maupun analisis sebaiknya dilakukan pada salinan sehingga integritas
data awal tetap terjaga.
Pesan yang ditekankan dalam sesi
ini sederhana tetapi fundamental: AI dapat mempercepat kerja peneliti,
tetapi peneliti tetap bertanggung jawab memastikan data yang digunakan benar,
relevan, terverifikasi, dan terdokumentasi dengan baik.
Mengenal Lebih Dekat
Perpustakaan dan Sumber Akademik Unesa
Sesi berikutnya diisi dengan
pemaparan oleh Kepala UPT Perpustakaan Unesa mengenai berbagai
prasarana, fasilitas, layanan, serta sumber informasi yang tersedia di UPT
Perpustakaan.
Tidak hanya mengenalkan fasilitas
fisik, sesi tersebut juga membuka wawasan peserta mengenai berbagai koleksi
jurnal dan sumber referensi elektronik yang dapat diakses oleh sivitas
akademika Unesa. Informasi ini menjadi penting karena keberadaan sumber
akademik yang lengkap akan semakin bermakna ketika sivitas mengetahui cara
menemukan dan memanfaatkannya secara optimal.
Melalui kegiatan Perpus Muter Kampus, perpustakaan hadir lebih dekat dengan fakultas dan membangun komunikasi langsung mengenai kebutuhan informasi sivitas akademika. Program ini sekaligus menegaskan posisi perpustakaan sebagai bagian penting dari ekosistem akademik—bukan hanya sebagai tempat menyimpan koleksi, tetapi sebagai mitra dalam proses belajar, penelitian, dan pengembangan pengetahuan.
Bagi sivitas akademika yang belum berkesempatan mengikuti Webinar Perpus Muter Kampus Putaran 2 Etape 14, materi dan rangkaian kegiatan tetap dapat disaksikan melalui kanal YouTube UPT Perpustakaan Unesa.
Dengan tersedianya rekaman
tersebut, kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai penelusuran data
penelitian, pengelolaan referensi, pemanfaatan AI secara kritis, serta berbagai
sumber akademik yang disediakan perpustakaan tidak berhenti setelah webinar
selesai.
Share It On: